hari ini, seluruh warga antriums mengunjungi nullsea, termasuk lovienne. sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali ia mengunjungi pantai. jika ada yang bertanya kapan terakhir ia melihat laut, lovienne tak bisa mengingatnya. Ingatan tentang masa-masa sebelum ia berada di antriums seolah lenyap begitu saja.
dengan semangat yang perlahan tumbuh, lovienne melangkahkan kakinya menuju air yang memantulkan cahaya matahari. teman-temannya sudah lebih dulu bermain, saling menyipratkan air dengan tawa yang memenuhi udara. langkah lovienne berubah menjadi lari kecil, tak kuasa menahan kebahagiaannya. kakinya menyentuh air yang sejuk, dan senyum merekah di wajahnya.
namun, kebahagiaan itu seketika memudar. kepalanya terasa berat, seperti dihantam ombak besar yang datang tiba-tiba. dunia di sekitarnya memutar cepat. lovienne terhuyung, memegang kepalanya erat.
dalam sekejap, pantai nullsea menghilang dari pandangannya. ia kini berdiri di tengah hutan yang rindang. udara sejuk dan aroma tanah yang lembap memenuhi indra penciumannya. di hadapannya terbentang hamparan pohon-pohon tinggi, dan suara burung berkicau bersahutan di kejauhan.
dua anak kecil berlarian dengan tawa riang di tengah hutan. salah satu dari mereka mengenakan topi merah muda, sementara yang lain mengikat rambutnya menjadi dua kuncir yang lucu. tawa mereka memenuhi udara, begitu ceria dan penuh kehidupan. tak jauh dari situ, berdiri dua tenda kecil berwarna biru dan hijau. peralatan masak sederhana tampak tertata rapi di atas meja lipat.
“angel, lovie! ayo makan dulu!” suara perempuan lembut memanggil dari dekat tenda.
kedua anak itu berhenti berlarian dan bergegas menuju suara tersebut. mereka tertawa kecil sambil berebut tempat duduk di atas tikar yang telah digelar. di sana, makanan sederhana tersaji—roti panggang, sup hangat, dan beberapa buah. perempuan itu tersenyum hangat sambil menuangkan minuman untuk mereka.
"ayo, habiskan makanannya, nanti kita buat api unggun," ujarnya penuh semangat.
mata lovienne terbelalak. "angel? lovie?" gumamnya tanpa sadar. itu adalah dirinya—dulu, saat ia masih kecil. hutan ini adalah tempat favorit mereka untuk berkemah bersama keluarga. tenda-tenda itu, api unggun yang akan mereka nyalakan, dan suara tawa yang memenuhi udara adalah bagian dari kenangan indah yang sudah lama terlupakan.
tiba-tiba bayangan itu memudar. lovienne kembali berada di pantai nullsea. suara deburan ombak dan tawa teman-temannya terdengar jelas. napasnya masih tersengal, namun kali ini bukan karena pusing, melainkan karena keterkejutan.
ingatan yang telah lama hilang kini muncul kembali, seperti lembaran buku yang terbuka di hadapannya. ia teringat semua tawa, kebahagiaan, dan cinta yang pernah memenuhi hidupnya. mata lovienne sedikit berair, tetapi senyum merekah di wajahnya.
sambil menatap laut yang luas, lovienne berbisik pada dirinya sendiri, "aku ingat sekarang! aku ingat semuanya!"
dengan hati yang lebih ringan, lovienne berlari menghampiri teman-temannya. hari itu bukan hanya perjalanan ke pantai, melainkan juga perjalanan kembali ke dirinya yang dulu—seseorang yang telah lama hilang, tetapi kini kembali utuh.